Tuesday, 8 February 2011

Book Review: Rupa & Karakter Wayang Purwa


Judul: Rupa & Karakter Wayang Purwa
Penulis: Heru S. Soedjarwo, Sumari, Undung Wiyono
Penerbit: Kakilangit Kencana - Prenada Media Grup
Negara: Indonesia
Cetakan / tahun: 1 / 2010
Tebal: 1172 hlm (hardcover with box)
Genre: Non-fiction - Indonesian (Javanese) culture

Buku karya tiga serangkai Heru S, Sumari, dan Undung W ini merupakan gebrakan baru yang menyegarkan dalam dunia wayang. Bagi mereka yang menantikan kehadiran sumber referensi yang lengkap dan aktual mengenai pewayangan khususnya gaya Surakarta, maka inilah satu buku yang wajib dibeli.

Penyuguhan fisik buku yang rapi, diberi boks, serta dilengkapi CD wayang berwarna, akan memuaskan siapapun yang berjiwa perfeksionis. Gaya bahasa yang enak dibaca dan kalimat-kalimat yang luwes mengalir layaknya novel petualangan akan menarik pembaca yang terbiasa membaca cerita fiksi. Sementara kontennya yang cukup lengkap, penuh gambar dan deskripsi yang detil, menjiwai, serta setia pada khazanah budaya Jawa yang asli akan menyenangkan para sesepuh dunia pewayangan maupun mengusik minat generasi muda sebagai pemula (yang kepadanya buku ini ditujukan).

Buku ini bahkan juga sangat berguna bagi para calon orang tua yang ingin memberikan nama wayang untuk anak-anaknya. Sebab, penulis tidak lupa menyertakan nama-nama lain para tokoh wayang jika ada, misalnya Bima yang mempunyai alias antara lain Bratasena, Wijasena, dan Werkudara. Semua tokoh dilampirkan kisahnya, sehingga orang tua dijamin tidak akan salah memberi nama anak mereka.

Dari segi ilustrasi, buku ini pun menang. Gambar-gambarnya rapi dan bersih, bukan fotokopian atau unduhan dari internet, dan tidak juga digambar setengah hati. Bahkan terdapat pula gambar-gambar reka ulang dari adegan-adegan terkenal misalnya Arjuna dan Kresna yang sedang berkereta dalam Perang Bharatayudha, dan Garuda yang memberi tahu Rama dan Laksmana perihal penculikan Dewi Shinta, semuanya dalam bentuk wayang yang menarik. Kesungguhan para penyusun buku tampak dari segala aspek termasuk CD yang menyertainya, sehingga membuatnya pantas diacungi dua jempol (empat kalau bisa).

Saran saya, buku ini sebaiknya diterjemahkan juga ke dalam bahasa Inggris dan bahasa-bahasa asing lainnya, supaya warisan budaya Indonesia yang dilindungi UNESCO ini semakin dikenal luas. (Saya bersedia jadi penerjemahnya, kalau Mas Heru mengizinkan)

No comments:

Post a Comment

Any thoughts...?