Saturday, 9 April 2011

Batu Bata Merah


Sepenggal hidupku
       tersusun oleh batu bata merah.
Tembok-tembok keras tegap berdiri
       kaku lagi tegar
Memandang kosong kaki-kaki
       yang melangkah ragu lagi ngeri.

Sekelumit kisahku
       terukir di atas batu bata merah.
Muda yang beranjak tua
Korup oleh waktu, coreng oleh zaman
Berdiri sebagai sandaran mereka
Sejak mereka kecil dan tembok itu tinggi.

Adalah batu bata merah sebagai saksi cinta
Dan pengharapan, pengajaran
Pertemanan,
       dan pencapaian
Hingga mereka tinggi dan tembok itu kecil
Hingga musim berganti musim
Dan warna memalsukan diri
Batu bata itu tetaplah merah

Kerap 'ku melihat ke belakang
Batu bata merah ada di sana
Ia tersenyum hangat,
       dan berharap-harap cemas.


-by: Anna Elissa-

1 comment:

Any thoughts...?