Tuesday, 19 June 2012

Book Review: Madre

Judul: Madre
Penulis: Dee
Penerbit: Bentang Pustaka
Negara: Indonesia
Tebal: 160 halaman
Genre: Literary fiction, kumpulan puisi, kumpulan cerpen

Tadinya saya membaca buku ini di toko buku (dan berhasil selesai!) dan tidak berniat beli. Entah kenapa, Madre tidak se-menggoda Filosofi Kopi. Apa karena warna sampulnya yang oranye yang tidak begitu saya suka, entahlah. Pertama kali yang saya baca dari buku ini adalah puisi-puisinya. Seperti biasa, puisi Dee itu simpel, bahasanya lugas, namun cerkas; tidak mendayu-dayu namun romantis juga. Sementara itu, kisah utama tentang Madre si adonan biang, bagi saya awalnya tidak terlalu menarik. Apalagi, cerita ini sekaligus juga yang terpanjang. Nggak ngerti apa maksudnya menceritakan sebongkah adonan sepanjang itu. Tapi ya karena sudah terlanjur percaya sama Dee, saya paksakan juga membacanya. Dan akhirnya selesai juga satu buku ini.

Secara keseluruhan, Madre bernuansa lebih lembut daripada Filkop. Ya sesuai mungkin ya, dengan tema utamanya. Satu tentang roti yang soft, satunya lagi tentang kopi yang tajam. Satu lebih abstrak, satunya lebih praktis. Memang saya lebih suka yang kedua. Lebih nyantol di memori, tanpa perlu kehilangan sense of wonder-nya.

Madre sendiri berbicara seputar kehidupan yang bersumber dari benda mati ("Madre"), komunikasi dalam diam antara ibu dengan janinnya ("Rimba Amniotik"), pencarian jodoh seorang laki-laki berdasarkan tanda-tanda alam yang misterius ("Have You Ever?"), evolusi drastis yang dapat terjadi dalam diri seorang manusia ("Guruji"), dan jiwa bebas seorang perempuan yang pada akhirnya mendarat di tanah yang lama ("Menunggu Layang-layang"). Membaca cerpen-cerpen dalam Madre itu seperti diajak berkelana tak tentu arah, mencari sesuatu yang tidak jelas, tapi pokoknya mencari sesuatu, dengan harapan sesuatu itu ada, meskipun belum tentu juga ada. Bukan berarti ceritanya jadi jelek sih. Tetapi, bersama Madre, memang kita tidak ditakdirkan untuk menjejak bumi.


This review is also available on Goodreads.

No comments:

Post a Comment

Any thoughts...?